Praktikum 8 - Sistem File Linux


PRAKTIKUM 8

SISTEM FILE LINUX



SISTEM OPERASI

DOSEN PENGAMPU: MOHAMMAD FATHURAHMAN, S.T., M.T.

 

DISUSUN OLEH:

ALVIANA SIRAJUDIN – 2103421024

BM 5A

 

PROGRAM STUDI BROADBAND MULTIMEDIA

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

                                                                                2023


POKOK BAHASAN

  • Sistem file

TUJUAN BELAJAR

Setelah mempelajari materi di BAB ini, mahasiswa diharapkan mampu:

  • Memahami atribut file dan ijin akses.
  •  Memahami perintah untuk mengubah ijin akses suatu file.
  • Menggunakan perintah-perintah untuk mengubah ijin akses.


DASAR TEORI


1. Atribut File

    File mempunyai beberapa atribut, antara lain:

  • Tipe file : menentukan tipe dari file, yaitu :

Karakter

Arti

-

File biasa

d

Direktori

l

Symbolic link

b

Block special file

c

Character special file

s

Socket link

p

FIFO

  •  Ijin akses : menentukan hak user terhadap file ini.

  • Jumlah link : jumlah link untuk file ini.

  • Pemilik (Owner) : menentukan siapa pemilik file ini

  • Group : menentukan group yang memiliki file ini

  • Jumlah karakter : menentukan ukuran file dalam byte

  • Waktu pembuatan : menentukan kapan file terakhir dimodifikasi

  • Nama File : menentukan nama file yang dimaksud



2. Ijin Akses

Setiap obyek pada Linux harus mempunyai pemilik, yaitu nama pemakai Linux (account) yang terdaftar pada /etc/passwd .

Ijin akses dibagi menjadi 3 peran yaitu :

·    Pemilik (Owner)

·    Kelompok (Group)

·    Lainnya (Others)

Setiap peran dapat melakukan 3 bentuk operasi yaitu :

·    Pada File

o   R (Read)         Ijin untukmembaca

o   W (Write)       Ijin untuk mengubah / membuat

o   X (Execute)    Ijin untuk menjalankan program

·    Pada Direktori

o   R (Read)         Ijin untukmembaca daftar file dalam direktori

o   W (Write)       Ijin untuk mengubah/membuat file di direktori

o   X (Execute)    Ijin untuk masuk ke direktori (cd)


 Pemilik File/Direktori dapat mengubah ijin akses sebagai berikut :

-rwxrwxrwx 1 student test 1639 Oct 31 20:19 file

other

 

group

 

user

 

Format untuk mengubah ijin akses

chmod [ugoa] [= + -] [rwx] File(s)

chmod [ugoa] [= + -] [rwx] Dir(s)


dimana       u = user (pemilik)

        g = group (kelompok)

        o = others (lainnya)

        a = all

Format lain dari chmod adalah menggunakan bilangan octal sebagai berikut

 

r

w

x

 

4

2

1

=

7


3. User Mask

Untuk menentukan ijin akses awal pada saat file atau direktori dibuat digunakan perintah umask.   Untuk menghitung nilai default melalui umask pada file, maka dapat dilakukan kalkulasi sebagai berikut :

Kreasi file (biasa)

6 6 6

Nilai umask

0 2 2

         -

 

6 4 4

Kreasi direktori

7 7 7

Nilai umask

0 2 2

 

         -

 

7 5 5



TUGAS PENDAHULUAN

1. Apa saja atribut file ? Berikan contoh file dengan tipe file yang disebutkan pada dasar teori.
Jawab:
  • Tipe file: menentukan tipe dari file
  • Ijin akses: menentukan hak user terhadap file ini.
  • Jumlah link: jumlah link untuk file ini.
  • Pemilik (owner): menentukan siapa pemilik file ini
  • Group: menentukan group yang memiliki file ini
  • Jumlah karakter: menentukan ukuran file dalam byte
  • Waktu pembuatan: menentukan kapan file terakhir dimodifikasi
  • Nama file: menentukan nama file yang dimaksud


2. Apa yang dimaksud ijin akses ? Bagaimana contoh penggunaan perintah chmod untuk mengubah ijin akses.
Jawab:

        Ijin akses (permissions) dalam konteks sistem operasi Unix dan Linux mengacu pada hak-hak yang diberikan kepada pemilik file, grup pemilik, dan pengguna lainnya untuk membaca (read), menulis (write), dan menjalankan (execute) file atau direktori. Sistem ini umumnya menggunakan tiga jenis ijin akses tersebut.

Berikut adalah tiga jenis ijin akses dalam format triplet (r/w/x):

1. Read (r): Jika ijin ini diaktifkan, pengguna dapat membaca isi file atau melihat isi direktori.
  
2. Write (w): Jika ijin ini diaktifkan, pengguna dapat menulis atau mengedit file, serta membuat, menghapus, atau memindahkan file dalam sebuah direktori.

3. Execute (x): Jika ijin ini diaktifkan untuk file, pengguna dapat menjalankan atau mengeksekusi file tersebut. Jika ijin ini diaktifkan untuk direktori, pengguna dapat masuk ke dalam direktori tersebut (cd).

Contoh perintah `chmod` untuk mengubah ijin akses adalah sebagai berikut:

1. Menggunakan Mode Numerik:
   
   Format: `chmod XYZ file/direktori`

   - X, Y, dan Z masing-masing adalah angka 0-7 yang mewakili ijin akses untuk pemilik, grup pemilik, dan pengguna lainnya. Setiap digit dalam angka tersebut mewakili kombinasi ijin akses (read, write, execute).

     - 4: Read (r)
     - 2: Write (w)
     - 1: Execute (x)

   Contoh: chmod 755 file.txt
   
   Dalam contoh ini, pemilik file mendapatkan ijin read, write, dan execute (4 + 2 + 1 = 7), sedangkan grup pemilik dan pengguna lainnya hanya mendapatkan ijin read dan execute (4 + 1 = 5).

2. Menggunakan Mode Simbolik:

   Format: `chmod [operator][mode] file/direktori`

   - Operator: `+` (menambah ijin), `-` (mengurangi ijin), `=` (mengganti ijin).
   - Mode: `r` (read), `w` (write), `x` (execute).

   Contoh: chmod u+x file.txt

   Dalam contoh ini, ijin execute ditambahkan untuk pemilik file.

Penting untuk diingat bahwa perubahan ijin akses menggunakan `chmod` harus dilakukan dengan hati-hati, karena dapat memengaruhi keamanan sistem. Sebagai contoh, memberikan ijin write atau execute kepada pengguna lain pada file kritis dapat menimbulkan risiko keamanan.



3. Berilah contoh penggunaan perintah umask untuk mengubah ijin akses.
Jawab:

Perintah umask digunakan untuk mengatur nilai umask, yang pada dasarnya adalah nilai yang dikurangkan dari ijin akses default ketika suatu file atau direktori baru dibuat. Umumnya, nilai umask menonaktifkan (mengurangi) beberapa ijin akses yang biasanya diaktifkan secara default saat membuat file atau direktori.

Berikut adalah cara penggunaan perintah umask:

1. Menampilkan Nilai Umask: Untuk melihat nilai umask saat ini, Anda dapat menjalankan perintah umask tanpa argumen:

    umask

2. Mengubah Nilai Umask: Untuk mengubah nilai umask, Anda dapat menggunakan perintah umask dengan argumen nilai baru yang ingin Anda atur. Nilai ini biasanya ditentukan dalam format oktal.
    umask [nilai baru]
    umask 022

3. Mengatur Umask secara Permanen: Nilai umask yang diatur dengan perintah di atas hanya berlaku selama sesi tersebut. Jika Anda ingin mengatur umask secara permanen, biasanya Anda dapat menambahkan perintah umask ke dalam berkas profil pengguna, seperti .bashrc atau .bash_profile.
    echo "umask 022" >> ~/.bashrc

PERCOBAAN

Percobaan 1: Ijin Akses

1.             Melihat identitas diri melalui etc/passwd atau etc/group, informasi apa ditampilkan ?

$ id

$ grep <user> /etc/passwd

$ grep [Nomor group id] /etc/group

  


2.             Memeriksa direktori home

$ ls -ld /home/<user>



3. Mengubah Ijin akses (chmod). Perhatikan ijin akses setiap perubahan !

$ touch f1 f2 f3

$ ls -l

$ chmod u+x f1

$ ls –l f1

$ chmod g=w f1

$ ls –l f1

$ chmod o-r f1

$ ls –l f1

$ chmod a=x f2

$ ls –l f2

$ chmod u+x,g-r,o=w f3

$ ls –l f3

$ chmod 751 f1

$ chmod 624 f2

$ chmod 430 f3

$ ls –l f1 f2 f3



4. Mengganti kepemilikan digunakan perintah chown. Mauk ke root untuk mengganti kepemilikan tersebut.

$ su root

$ echo Hallo > f1

$ ls –l f1

$ chown <user-baru> f1 contoh : chown student1 f1

$ ls –l f1



 

5.             Ubahlah ijin akses home directory <user> (student) pada root sehingga <user- baru> (student1) pada satu group dapat mengakses home direktory <user>. Hal ini dimaksudkan agar file f1 yang sudah diubah kepemilikannya dapat diakses <user-baru>. Perubahan ijin akses home directory <user> hanya dapat dilakukan pada root.

$ chmod g+rwx /home/<user> contoh : chmod g+rwx /home/student

$ ls –l /home

$ exit

 


6.    Sekarang cobalah untuk subtitute user ke <user-baru> (student1). Cobalah untuk mengakses file f1

$ su <user-baru>

$ ls –l f1

$ cat f1

$ exit




7. Mengubah group dengan perintah chgrp

$ $ grep root /etc/group

$ grep other /etc/group

$ su

$ chgrp root f1

$ ls –l f1

$ chgrp <group-baru> f3

$ ls –l f3

$ exit








Percobaan 2: User Mask

1.     Menentukan ijin akses awal pada saat file atau direktori dibuat

$ touch myfile

$ ls -l myfile

 


2.      Melihat nilai umask

$ umask



3.      Modifikasi nilai umask

$ umask 027

$ umask

$ touch file_baru

$ mkdir mydir

$ ls -l

$ umask 077

$ touch xfiles

$ mkdir xdir

$ ls -l










TUGAS LATIHAN


1. Lakukan tiga cara berbeda untuk setting ijin akses ke file atau direktori menjadi r--r--r--. Buatlah sebuah file dan lihat apakah yang anda lakukan benar.
Jawab:

Saya menciptakan sebuah berkas yang saya beri nama 'alviana' menggunakan perintah $touch. Setelah saya melihat berkas ini dengan menggunakan perintah ls -l, saya melihat informasi rw, yang berarti berkas tersebut memberikan izin kepada saya untuk membaca (read) dan mengubahnya (write). Untuk mengubah izin akses berkas agar hanya memungkinkan izin baca saja, saya menggunakan perintah seperti yang terlihat pada gambar kedua."


2. Buatlah suatu kelompok. Copy-kan /bin/sh ke home directory. Ketik "chmod +s sh". Cek ijin akses sh pada daftar direktori. Sekarang tanyakan ke teman satu kelompok anda untuk mengubah ke home directory anda dan menjalankan pr ogram ./sh dan menjalankan id command. Apa yang terjadi.   Untuk keluar dari shell tekan exit
Jawab:


Perintah chmod +s sh digunakan untuk mengubah berkas 'sh' dari berkas yang dapat dieksekusi menjadi tautan soket yang dapat terlihat perbedaannya saat kita menjalankan perintah ls -l sh. Setelah perintah ini dijalankan, nama berkas tersebut ditandai dengan warna merah atau simbol yang berbeda dari sebelumnya. Selain itu, perintah tersebut juga menentukan hak akses berkas untuk pengguna lain yang menggunakan berkas ini. Setelah itu, saya melanjutkan dengan mengeksekusi perintah ./sh.


3.   Hapus sh dari home directory (atau setidaknya kerjakan perinta h chmod –s sh)
Jawab:

Perintah chmod -s sh dapat menghapus atau mengembalikan berkas yang telah diubah menjadi tautan soket ke mode berkas sebelumnya. Dengan menggunakan perintah ini, kita mencabut hak akses berkas dari pengguna lain untuk berkas ini.


4. Modifikasi ijin akses ke home directory anda sehingga sangat privat. Cek apakah teman anda tidak dapat mengakses directory anda. Kemudian kembalikan ijin akses ke semula
Jawab:


Perintah chmod 000 tersebut digunakan untuk menghapus atau menghentikan semua izin akses yang terkait dengan direktori home, termasuk izin untuk membaca, melihat, dan lainnya yang terkait dengan proses akses file atau direktori. Untuk mengonfirmasinya, dapat dievaluasi melalui perintah ls atau dengan melihat grafik langsung pada direktori home, yang akan menunjukkan bahwa data tidak dapat diakses atau tidak memiliki izin. Untuk mengembalikan pengaturan izin seperti semula, kita dapat menggunakan perintah chmod 755.


5.  Ketikkan umask 000 dan kemudian buatlah file yang bernama world.txt yang berisi beberapa kata "hello world". Lihat ijin akses pada file. Apa yang terjadi? Sekarang ketikkan umask 022 dan buatlah file bernama world2.txt. Apakah perintah tersebut lebih berguna ?
Jawab:



6. Buatlah file yang bernama "hello.txt" pada home directory menggunakan perintah cat -u > hello.txt. Tanyakan ke teman Anda untuk masuk ke home directory Anda dan menjalankan tail -f hello.txt. Sekarang ketikkan beberapa baris dalam hello.txt. Apa yang terjadi pada layer teman Anda ?
Jawab:


KESIMPULAN


    Manajemen file memungkinkan kita mengatur file sesuai dengan tingkat keamanan yang diinginkan. Proses ini dapat dilakukan melalui sistem manajemen file, di mana hak akses file atau direktori dapat ditentukan untuk menjaga keamanan data. Atribut file menentukan keberadaan atau karakteristik unik dari file atau direktori, yang dapat bervariasi antara sistem operasi. Sistem operasi menggunakan atribut file untuk mengklasifikasikan tipe-tipe file, dengan setiap file di Windows memiliki atribut khusus sesuai dengan perannya dalam sistem. Sebagai contoh, file yang dilindungi dari penghapusan oleh pengguna diberi atribut sistem, sehingga tidak ditampilkan oleh file manager (Windows Explorer) ketika mencoba menampilkannya.

    Izin akses merupakan hak yang diberikan kepada pengguna atau file untuk melakukan berbagai aksi. Hak akses dapat diatur sedemikian rupa sehingga suatu file atau direktori hanya dapat dibaca, ditulis, atau dieksekusi. Selain itu, kita dapat mengatur hak akses untuk setiap pengguna terhadap suatu file atau direktori.

    Konsep "user mask" adalah kemampuan sistem operasi Linux untuk menambahkan pengaturan hak akses default bagi file-file baru, termasuk folder. Dengan menggunakan user mask, kita dapat secara efisien mengatur hak akses default tanpa perlu mengatur satu per satu setiap kali membuat file baru. Ini membantu dalam menjaga konsistensi dan keamanan sistem secara keseluruhan.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Praktikum 11 - Manajemen User dan Group

Praktikum 7 - UNIX System Call dan Manajemen Memori

Praktikum 12 - Manajemen Aplikasi