- tar –xvf example.tar mengekstraksi isi dari example.tar dan menunjukkan file yang akan diekstraksi
- tar –cf backup.tar /home/ftp/pub membuat file tar bernama backup.tar dari isi direktori /home/ftp/pub
- tar –tvf example.tar menampilkan isi dari example.tar pada screen.
7. GZIP
Gzip merupakan format ZIP UNIX yang asli. Biasanya membentuk file tar terlebih dahulu dan kemudian mengkompresi dengan menggunakan gzip. File-file ini mempunyai ekstensi .tar.gz yang menunjukkan file tar yang di-zip dengan gzip. Selain itu juga terdapat file berekstensi .tgz. File ini merupakan file kompresi dengan gzip yang kompatibel dengan WinZip dan PkZip. Sehingga file zip pada UNIX dapat di unzip pada Windows. Contoh :- Untuk kompresi file menggunakan gzip, eksekusi perintah berikut: gzip filename.tar (dimana filename.tar adalah nama file yang dikompres). Hasil darioperasi ini adalah file yang bernama filename.tar.gz. Defaultnya, gzip akan menghapus file filename.tar
- Untuk dekompresi file menggunakan gzip, eksekusi perintah berikut : gzip –d filename.tar.gz. Hasil dari operasi ini adalah file bernama filename.tar. Defaultnya, gzip akan menghapus file filename.tar.gz
TUGAS PENDAHULUAN
1. Apa yang dimaksud dengan RPM? Sebutkan fungsi-fungsi RPM
Jawab:
RPM adalah singkatan dari "Revolutions Per Minute" atau "Rotasi Per Menit" dalam bahasa Indonesia. Ini adalah satuan untuk mengukur kecepatan rotasi atau putaran perangkat yang berputar, seperti mesin, motor, atau alat lainnya. RPM mengukur berapa kali objek tersebut berputar dalam satu menit.
Beberapa fungsi RPM meliputi:
1. Pengukuran Kecepatan: RPM digunakan untuk mengukur seberapa cepat atau lambat suatu objek berputar, yang penting dalam banyak konteks teknik dan industri.
2. Kontrol Mesin: Dalam kendaraan atau mesin industri, RPM dapat digunakan sebagai parameter kontrol untuk mengatur kecepatan mesin dan kinerja perangkat.
3. Pemantauan Kesehatan Mesin: RPM dapat digunakan sebagai indikator kesehatan mesin. Perubahan tak terduga dalam RPM bisa menunjukkan masalah potensial atau kegagalan dalam sistem.
4. Desain dan Pengembangan Produk: RPM digunakan dalam perhitungan dan desain produk, terutama dalam pengembangan mesin dan perangkat mekanis.
5. Pemantauan Alat Elektronik: RPM juga dapat digunakan dalam perangkat elektronik, seperti kipas pendingin atau hard disk drive, untuk mengukur dan mengontrol kecepatan putaran.
Penggunaan RPM bervariasi tergantung pada aplikasi dan industri tertentu, tetapi secara umum, itu memberikan informasi kunci tentang pergerakan atau rotasi suatu objek.
2. Sebutkan opsi-opsi yang digunakan pada perintah rpm dan jelaskan maksudnya
Jawab:
Perintah `rpm` adalah utilitas manajemen paket pada sistem operasi berbasis RPM, seperti distribusi Linux Fedora dan Red Hat. Berikut adalah beberapa opsi umum yang digunakan pada perintah `rpm`:
1. `-i` (install): Menginstal paket baru.
2. `-e` (erase): Menghapus atau menghapuskan paket yang sudah terinstal.
3. `-q` (query): Melakukan kueri terhadap paket yang terinstal.
4. `-U` (upgrade): Memperbarui paket yang sudah terinstal ke versi yang lebih baru.
5. `-V` (verify): Memeriksa integritas paket, membandingkan berkas paket dengan instalasi yang ada.
6. `-h` (hash): Menampilkan progres instalasi atau penghapusan dengan hash.
7. `-p` (package file): Menggunakan perintah rpm pada file paket yang tidak terinstal.
8. `-F` (freshen): Memperbarui paket yang sudah terinstal hanya jika versi yang lebih baru tersedia.
9. `-qf` (query file): Menemukan paket yang mengandung suatu berkas tertentu.
10. `-ivh` (install, verbose, hash): Menampilkan rincian instalasi secara rinci dengan hash.
Opsi-opsi ini memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan paket di sistem berbasis RPM. Pengguna dapat menggunakan kombinasi opsi ini untuk melakukan berbagai tugas seperti instalasi, pembaruan, penghapusan, dan pemantauan paket.
3. Apa yang dimaksud dengan perintah tar?
Jawab:
Perintah "tar" adalah sebuah perintah dalam sistem operasi Unix dan Linux yang digunakan untuk membuat dan mengelola arsip file atau direktori. Kata "tar" sendiri berasal dari "tape archive," yang mengacu pada penggunaan awal perintah ini untuk membuat cadangan data pada pita kaset. Perintah "tar" dapat digunakan untuk menggabungkan beberapa file atau direktori menjadi satu arsip tunggal, yang kemudian dapat diarsipkan atau dikompresi untuk efisiensi penyimpanan. Perintah ini juga sering digunakan untuk mengekstrak atau mengekspor isi dari arsip tersebut.
4. Apa yang dimaksud dengan perintah gzip?
Jawab:
Perintah `gzip` adalah sebuah perintah dalam sistem operasi Unix dan Linux yang digunakan untuk mengompresi atau mengekstrak berkas (file) dengan format `.gz`. Perintah ini dapat mengurangi ukuran berkas untuk menghemat ruang penyimpanan dan mempercepat proses transfer berkas melalui jaringan.
Contoh penggunaan perintah `gzip` untuk mengompresi berkas:
gzip nama_berkas
```
Perintah di atas akan menghasilkan berkas yang dikompresi dengan ekstensi `.gz`, misalnya, `nama_berkas.gz`. Berkas asli akan dihapus, dan yang terkompresi akan menggantikannya.
Untuk mengekstrak berkas yang telah dikompresi, gunakan perintah:
gzip -d nama_berkas.gz
```
Perintah di atas akan menghasilkan berkas tanpa kompresi dengan nama `nama_berkas`. Perintah `gzip` memiliki beberapa opsi dan argumen tambahan yang dapat disesuaikan sesuai kebutuhan.
PERCOBAAN
Percobaan 1: RPM Query
1. Pada percobaan ini paket samba dapat didownload pada website http://www.samba.org. Tetapi pada percobaan
ini sudah disediakan pada halaman website
ini. Analisa:
2. Ekstrak file samba menggunakan perintah tar
# tar –xvf samba Analisa:
3. Informasi tentang paket software
# rpm –qi samba
| more Analisa:
4. Instal dari CDROM, bukan dari paket yang sudah diinstalasi. Untuk itu pindah direktori ke tempat dimana file rpm tersebut berada
#
cd /mnt/cdrom/Packages/RPMS
# rpm –qpi samba-2.0.5-1S.i386.rpm | more Analisa:
5. Melihat files apa saja yang sudah diinstalasi, gunakan sub-opsi – l.
# rpm –ql samba | more Analisa:
6. Melihat file konfigurasi
# rpm –qc samba | more Analisa:
7. Melihat dokumentasi file
# rpm –qd samba | more Analisa:
8. Melihat script file yang digunakan untuk instalasi. Perhatikan bahwa hasil output tergantung atas versi Linux yang digunakan
# rpm –q --scripts samba
Analisa:
|
Percobaan 2: Menghapus Paket
1. Opsi – e digunakan untuk menghapus
paket yang sudah instalasi. Bila ada
ketergantungan paket lain atas paket yang akan dihapus, maka RPM membatalkan penghapusan tersebut
# rpm –q apache
# rpm –e apache Analisa:
2. Paket apache tidak bisa dihapus
karena masih ada paket lain yang tergantung atas
paket tersebut, yaitu modul PHP. Maka
paket mod_php3 harus dihapus lebih dahulu
# rpm –e mod_php3
Analisa:
3. Setelah itu paket apache baru bisa dihapus
# rpm –e mod_php3
# rpm –q --scripts samba
Analisa:
|
Percobaan 3: Menggunakan TAR
1.
Logout dari root dan login sebagai
<user>.
2.
Pastikan berada pada home directory. Dan lihatlah isi home direktori
Pindah ke direktori
Desktop. Setelah itu kembali ke home direktori
$ cd
$ ls –al
Analisa: Perintah $ cd yang artinya untuk berpindah dari sebuah directory. Dan perintah yang kedua yaitu ada $ ls –al yang berfungsi untuk menampilkan isi direktori yang berupa nama file/directori, ukuran, waktu perubahan, pemilik file atau folder, dan hak akses/permission
$ cd Desktop
$ cd
Analisa: Karena tidak ada direktori atau file yang bernama desktop disini saya membuat directory desktop dengan menggunakan perintah $ mkdir desktop. Karena perintah mkdir tersebut merupakan perintah untuk mebuat sebuah dierctory. Dan perintah kedua yaitu ada $ cd desktop yang nantinya disini kita akan pindah ke directory desktop. Karena perintah cd berfungsi untuk berpindah dari satu directory ke dircetory yang lain. Dan yang terakhir ada perinth $ cd yang artinya kita akan keluar dari directotry desktop.
3.
Buatlah file tar pada direktori Desktop
$ tar –cvf desktop.tar Desktop
$ ls -al

Analisa: Perintah tar –cvf berfungsi untuk mengkompres direktori seluruh atau file tunggal. Huruf c pada perintah diatas adalah carsip ulang, huruf v merupakan kemajuan di terminal saat membuat arsip, dan huruf f memungkinkan kita untuk menentukan filename arsip. Dan perintah yang kedua yaitu ada $ ls –al yang berfungsi untuk menampilkan isi direktori yang berupa nama file/directori, ukuran, waktu perubahan, pemilik file atau folder, dan hak akses/permission
4. Rename direktori Desktop menjadi
Desktop.old. Lihatlah file desktop.tar pada direktori Desktop.old
$ mv Desktop Desktop.old
$ ls –l
$ cd Desktop.old
$ ls –l
$ cd ..
Analisa: Perintah $ mv diatas berfungsi untuk memindahkan file atau direktori, selain itu juga bisa digunakan untuk mengubah nama file. Dan perintah yang kedua terdapat perintah $ ls –l yang berfungsi untuk melihat isi directory beserta atribut dan informasi lainnya. Dan perintah terakhir ada $ cd desktop.old yang artinya kita akan berpindah ke directory desktop.old. Perintah $ cd .. itu berfungsi untuk keluar dari sebuah directory.
5. Ekstraksi isi dari file tar. Lihatlah
isi direktori dan seharusnya akan terlihat direktori
Desktop yang original $ tar –xvf desktop.tar $ ls –al
$ cd Desktop
Analisa: Perintah $ tar –xvf berfungsi untuk mengesktrak file yang ada pada dalam directory desktop.tar. Dan perintah yang kedua yaitu ada $ ls –al yang berfungsi untuk menampilkan isi direktori yang berupa nama file/directori, ukuran, waktu perubahan, pemilik file atau folder, dan hak akses/permission. Dan terakhir ada perintah $ cd desktop yang artinya kita akan masuk ke directory desktop. 6. Hapus direktori Desktop
$ rm
–rf Desktop
Analisa: Perintah $ cd diatas berfungsi untuk keluar dari sebuah directory. Dan terdapat perintah $ rm –rf yang berfungsi untuk menghapus sebuah file.
|
Percobaan 4: Menggunakan GZIP
1.
Buatlah file gzip dari desktop.tar, pastikan terbentuk file desktop.tar.gz
$ gzip desktop.tar
$ ls –al
Analisa: Perintah diatas digunakan untuk membuat file gzip dari desktop.tar, kemudian terbentuk file desktop.tar.gz
2.
Dekompresi file gzip desktop.tar.gz dan cobalah untuk ekstraksi isi file tar
$ gzip –d desktop.tar.gz
$ ls –al
$ tar –xvf desktop.tar
$ ls –al
$ cd Desktop
Analisa: Perintah $ gzip biasanya membentuk file tar terlebih dahulu dan kemudian mengkompresi dengan menggunakan gzip. Dan perintah yang kedua yaitu ada $ ls –al yang berfungsi untuk menampilkan isi direktori yang berupa nama file/directori, ukuran, waktu perubahan, pemilik file atau folder, dan hak akses/permission. Perintah $ tar –xvf berfungsi untuk mengesktrak file yang ada pada dalam directory desktop.tar. Dan terakhir ada perintah $ cd desktop yang artinya kita akan masuk ke dirctory desktop. Karena directory desktop telah dihapus, maka kita buat directori lagi dengan nama desktop menggunakan perintah mkdir.
3.
Hapus file tar dan direktori Desktop.old
$ rm desktop.tar
$ rm -rf Desktop.old
Analisa: Perintah diatas digunakan untuk menghapus file tar dan direktori Desktop.old
|
KESIMPULAN
Komentar
Posting Komentar