Praktikum 6 - Pemrograman Shell

        

 

PRAKTIKUM 6

PEMROGRAMAN SHELL



SISTEM OPERASI

DOSEN PENGAMPU: MOHAMMAD FATHURAHMAN, S.T., M.T.

 

DISUSUN OLEH:

ALVIANA SIRAJUDIN – 2103421024

BM 5A

 

PROGRAM STUDI BROADBAND MULTIMEDIA

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

2033


TUJUAN PRAKTIKUM

    Setelah mempelajari materi dalam bab ini, mahasiswa diharapkan mampu:

        1. Mempelajari elemen dasar shell script

        2.     Membuat program shell interaktif

        3.     Menggunakan parameter dalam program

        4.     Mempelajari test kondisi serta operator logic yang terkait dengan intruksi test

        5.     Mengenal variable built-in dari shell

        6.     Membuat aplikasi dengan shell menggunakan konstruksi if-then-else

        7.     Menggunakan struktur case – esac.

        8.     Loop dengan while, for, do while.

        9.     Membuat fungsi dan mengetahui cara memanggil fungsi tersebut.

DASAR TEORI

1. Shell Script
    Shell script dibuat dengan editor teks (ASCII editor) dan umumnya diberikan ekstensi”.sh”. shell script selalu diawali dengan komentar, yang dimulai dengan tanda #, disambung dengan ! dan nama shell yang digunakan. Contoh:

#!/bin/sh                (1)
# Program shell     (2)
#
Var1=x              (3)
Var2=8

(1)    Awal dari program shell, komentar awal ini akan dibaca oleh system, kemudian system mengaktifkan program shell (/bin/sh) yang tertera ditempat tersebut. Program shell dapat dipilih, misalnya /bin/csh, /bin/ksh dan lainnya.

(2)    Adalah komentar, sebagai dokumentasi, baris ini akan diabaikan oleh program shell.

(3)    Penggunaan variable (assignment), tidak boleh ada spasi diantara nama variable dan konstanta. 


2. Variabel
        Variable shell adalah variable yang dapat mempunyai nilai berupa nilai String.Tata penulisan variable adalah sebagai berikut :

nama_var = nilai_var

        Variable harus dimulai dengan alfabet, disusul dengan alfanumerik dan karakter lain. Variabel dapat ditulis dalam huruf kecil atau huruf besar atau campuran keduanya. Shell membedakan huruf besar dan huruf kecil (case sensitive), contoh :

VPT=poltek

i=5

        Pemberian nilai variable tidak boleh dipisahkan dengan spasi, karena shell akan menganggap pemisahan tersebut sebagai parameter, contoh :

VPT =poltek ##error

VPT= poltek ##error

        Untuk melihat nilai/isi dari sebuah variable, gunakan tanda $ di depan nama variable tersebut. Pada shell, instruksi echo dapat menampilkan isi variable tersebut, contoh :

VPT=poltek

echo $VPT

Gaji=450000

echo $Gaji

echo $VPT $Gaji

        Bila menggunakan string yang terdiri dari lebih dari satu kata, maka string tersebut harus berada dalam tanda kutip atau apostrof, contoh :

VPT=poltek

VPT2=”politeknik negeri jakarta”


3. Membaca Keyboard
        Nilai variable dapat diisi melalui keyboard (stdin) dengan instruksi read.

4. Parameter
        Sebuah program shell dapat mempunyai parameter sebanyak 9 buah dan direpresentasikan melalui variable khusus yaitu variable $!, $2, $3, $4, $5, $6, $7, $8, $9. Nama program shell || (nama script) direpresentasikan melalui variable $0. Jumlah parameter dinyatakan sebagai$#. Bila tidak memberikan parameter maka nilai $#adalah 0. Shell variable $* menyatakan seluruh string yang menjadi parameter / argument sebuah script ($@ mempunyai arti sama). $$ menyatakan nomor proses id/pid dari script yang dijalankan. Pid ini akan terus berubah (umumnya) menaik, setiap kali proses berjalan.


5. Status Exit
        Setiap program setelah selesai dieksekusi akan memberikan informasi melalui variable special $?. Indikasi yang diberikan adalah :
  • Bila program berakhir denga sukses, $?=0
  • Bila program berakhir dengan error, $?tidak samadengan 0. nilai dari status exit dapat dilihat melalui instruksi echo $?

6. Konstruksi IF


   If
 akan mengeksekusi instruksi awal, dan exit status dari instruksi tersebut akan menjadi kondisi. Bila 0, maka instruksi selanjutnya masuk ke dalam blok then. Bila tidak 0, maka alur program diteruskan setelah kata kunci fi.

7. Konstruksi If Then Else
Bila status exit tidak sama dengan 0, maka kondisi menjadi FALSE dan instruksi setelah else akan dijalankan.

8. Instruksi Test
        Instruksi test digunakan untuk memeriksa kondisi dari sebuah ekspresi. Ekspresi terdiri dari factori dan operator yang dipisahkan oleh spasi. Hasil test akan memberikan nilai berupa status exit, yaitu 0 bila ekspresi sesuai, bila tidak maka hasilnya adalah tidak sama dengan nol.
  • Operator untuk text

  • Test untuk files dan direktori

Untuk memudahkan pembacaan (readability), test dapat ditulis dengan :
[ ekspresi ]

[  sebenarnya adalah nama lain dari test,bedanya [ akan mencari kurung penutup ] pada akhir ekspresi yang harus dipisahkan oleh spasi.



9. Logical && dan || (Shell Level)
    Notasi && dan || digunakan untuk menggabungkan instruksi shell sebagai alternative dari if then else. Notasi && dan || sering ditemukan pada shell script system administrator untuk menjalankan routine dari system operasi.

·       instruksi1 && instruksi2

Shell akan mengeksekusi instruksi1, dan bila exit status instruksi1 adalah false, maka hasil dari AND tersebut sudah pasti sama dengan FALSE, sehingga instruksi2 tidak mempunyai pengaruh lagi. Oleh karna itu instruksi2 tidak dijalankan. Sebaliknya bila hasil instruksi1 adalah true/0, maka instruksi2 dijalankan.

·       instruksi1 || instruksi2

Shell akan mengeksekusi instruksi1, dan bila exit status adalah TRUE(0), hasil dari operasi OR tersebut sudah pasti menghasilkan TRUE, terlepas dari hasil eksekusi instruksi2. Oleh karena itu instruksi2 tidak perlu dijalankan. Bila hasil instruksi1 adalah FALSE, maka instruksi2 akan dijalankan.

10. Operator Bilangan Bulat Untuk Test
        Untuk membandingkan 2 buah bilangan, test memerlukan operator yang berbeda dengan string.

11. Operator Logical (Test Level)
        Logical operator terdiri dari AND, OR, dan NOT. Operator ini menggabungkan hasil ekspresi sebagai berikut :

NOT: Symbol

AND: symbol -a


OR: symbol -o



12. Konstruksi If Then Else If
        Bila status exit tidak sama dengan 0, maka kondisi menjadi FALSE dan instruksi setelah else akan dijalankan.


13. Hitungan Aritmatika
        Tipe dari variable SHELL hanya satu yaitu STRING. Tidak ada tipe lain seperti Numerik, Floating, Boolean ata u lainnya. Akibatnya variable ini tidak dapat membuat perhitungan aritmetika, misalnya :

A=5

B=$A +1 ## error


UNIX menyediakan utilitas yang bernama expr yaitu suatu utilitas yang melakukan aritmetika sederhana.

14. Instruksi Exit
      Program dapat dihentikan (terminated/selesai) dengan intruksi exit. Sebagai nilai default program tersebut akan memberikan status exit 0.

15. Konstruksi Case
      Case digunakan untuk menyederhanakan pemakaian if yang berantai, sehingga dengan case, kondisi dapat dikelompokkan secara lo gis dengan lebih jelas dan mudah untuk ditulis.
        Case diakhiri denan esac dan pada setiap kelompok instruksi diakhiri dengan ;;. Pada akhir pilihan yaitu *) yang berarti adalah “default”, bila kondisi tidak memenuhi pola sebelumnya.

16. Konstruksi For 
      For digunakan untuk pengulangan dengan menggunakan var yang pada setiap pengulangan akan diganti dengan nilai yang berada pada daftar (list).



17. Konstruksi While
       While digunakan untuk pengulangan instruksi, yang umumnya dibatasi dengan suatu kondisi. Selama kondisi tersebut TRUE, maka pengulangan terus dilakukan. Loop akan berhenti, bila kondisi FALSSE, atau program keluar dari blok while melalui exit atau break.

while kondisi

do

instruksi1

instruksi2

………………

done



18. Instruksi Dummy
      Instruksi dummy adalah instruksi yang tidak melakukan apa-apa, namun instruksi ini memberikan status exit 0 (TRUE). Oleh karna itu, instruksi dummy dapat digunakan sebagai kondisi forever pada loop (misalnya while).

        Symbol instruksi dummy adalah   :


19. Fungsi 
      Fungsi adalah program yang dapat dipanggil oleh program lainnya dengan menggunakan notasi NamaFungsi(). Fungsi memberikan exit status ($?) yang dinyatakan dengan return nr, atau nilai 0 sebagai default. Membuat fungsi diawali dengan nama fungsi, parameter, kemudian blok program yang dinyatakan dalam { … }.

Contoh :

F1( ) {

……..

……..

return 1

}

     Variabel dapat didefinisikan dalam fungsi sebagai variable local atau global. Hal yang perlu diperhatikan, nama variable yang digunakan dalam sebuah fungsi, jangan sampai bentrok dengan nama variable yang sam adi luar fungsi, sehingga tidak terjadi isi variable berubah.

 TUGAS PENDAHULUAN

        Sebagai tugas pendahuluan, bacalah dasar teori diatas kemudian buatlah program Shell untuk Latihan 1 sampai dengan 5.


PERCOBAAN

1. Login sebagai user
2.  Bukalah Console Terminal dan lakukan percobaan-percobaan di bawah ini kemudian   tambahkan tangkapan layer/screenshot hasil eksekusi tiap percobaan

Percobaan 1 : Membuat shell script

1.             Buatlah file prog01.sh dengan editor vi

$ vi prog01.sh #!/bin/sh

# Program shell #

var1=x

var2=8



     

2.             Untuk menjalankan shell, gunakan notasi TITIK di depan nama program

$ . prog01.sh



3.             Untuk menjalankan shell, dapat juga dengan membuat executable file dan dieksekusi relatif dari current directory

$ chmod +x prog01.sh

$ ./prog01.sh


 


 

Percobaan 2 : Variabel

 

1.             Contoh menggunakan variable pada shell interaktif

$ VPT=poltek

$ echo $VPT




2. Pemisahan 2 kata dengan spasi menandakan eksekusi 2 buah instruksi. Karakter $ harus ada pada awal nama variable untuk melihat isi variable tersebut, jika tidak, maka echo akan mengambil parameter tersebut sebagai string.

$ VPT2=politeknik negeri jakarta  (Terdapat pesan error)

$ VPT2=” politeknik negeri jakarta

$ echo VPT2

$ echo $VPT2



3. Menggabungkan dua variable atau lebih

$ V1=broadband

$ V2=’:’

$ V3=multimedia

$ V4=$V1$V2$V3

$ echo $V4



4.        Menggabungkan isi variable dengan string yang lain. Jika digabungkan dengan nama variable yang belum didefinisikan (kosong) maka instruksi echo menghasilkan string kosong. Untuk menghindari kekeliruan, nama variable perlu diproteksi dengan { } dan kemudian isi variable tersebut digabung dengan string.

$ echo $V3

$ echo $V3PNJ

$ echo ${V3}PNJ



5.             Variabel dapat berisi instruksi, yang kemudian bila dijadikan input untuk shell, instruksi tersebut akan dieksekusi

$ CMD=who

$ $CMD

$ CMD=”ls –l”

$ $CMD

 


6.                Modifikasi file prog01.sh berikut

$ vi prog01.sh #!/bin/sh V1=broadband V2=’:’

V3=multimedia

echo “Pemrograman shell” echo $V1$V2$V3

V3=PNJ

echo $V1$V2 di $V3


7.                Cara sederhana mengeksekusi shell adalah dengan menggunakan notasi titik di depan nama shell script tersebut. Bila direktori actual tidak terdaftar dalam PATH, maka command tersebut tidak dapat ditemukan. Bila script belum executable,. script tidak dapat dieksekusi.

$ . prog01.sh

$ prog01.sh        (Terdapat pesan error)

$ ./prog01.sh      (Terdapat pesan error)

$ chmod +x prog01.sh

$ ./prog01.sh



 

 


 

Percobaan 3 : Membaca keyboard

1.             Menggunakan instruksi read

$ read nama amir

$ echo $nama


 

2.            Membaca nama dan alamat dari keyboard

$ vi prog02.sh #!/bin/sh

# prog02.sh

# membaca nama dan alamat

 

echo “Nama Anda : read nama

echo “Alamat :

read alamat echo “Kota : read kota

 

echo

echo “Hasil adalah : $nama, $alamat di $kota”



3.                Eksekusi program prog02.sh

$ . prog02.sh

Nama Anda :

Amir

Alamat :

Jl semangka 67

Kota :

Depok

 

Hasil adalah : Amir, Jl semangka di Depok


4.                Instruksi echo secara otomatis memberikan baris baru, maka untuk menghindari hal tersebut disediakan opsi – n, yang menyatakan kepada echo untuk menghilangkan baris baru. Modifikasi program prog02.sh

$ vi prog02.sh

#!/bin/sh

# prog02.sh

# membaca nama dan alamat

 

echo –n “Nama Anda :

read nama

echo –n “Alamat :

read alamat

echo –n “Kota :

read kota

 

echo

echo “Hasil adalah : $nama, $alamat di $kota”

 

 


 

5.             Eksekusi program prog02.sh

$ . prog02.sh

Nama Anda : Amir Alamat : Jl semangka 67 Kota : Depok

 

Hasil adalah : Amir, Jl semangka di Depok



6.            Variabel kosong adalah variable yang tidak mempunyai nilai. Variabel ini didapat atas assignment atau membaca dari keyboard atau variable yang belum didefinisikan

$ read nama

<CR>

$ echo $nama

$ A=

$ B=””

$ C=$A$B

$ echo $C



7.            Variabel dapat disubtitusikan dengan hasil eksekusi dari sebuah instruksi. Pada contoh di bawah , instruksi pwd dieksekusi lebih dahulu dengan sepasang Back Quate (tanda kutip terbalik). Hasil dari eksekusi tersebut akan masuk sebagai nilai variable DIR

$ pwd

$ DIR=`pwd`

$ echo $DIR



8.     Buatlah shell script prog03.sh

$ vi prog03.sh #!/bin/sh

# prog03.sh

#

NAMA=`whoami`echo Nama Pengguna Aktif adalah $NAMA tanggal=`date | cut –c1-10`

echo Hari ini tanggal $tanggal



9.  Eksekusi prog03.sh

$ . prog03.sh

 



 



 

 

Percobaan 4 : Parameter

 

1.  Membuat shell script prog04.sh

$ vi prog04.sh #!/bin/sh

# prog04.sh versi 1 # Parameter passing #

echo “Nama program adalah $0” echo “Parameter 1 adalah $1” echo “Parameter 2 adalah $2” echo “Parameter 3 adalah $3”



2.  Eksekusi prog04.sh tanpa parameter, dengan 2 parameter, dengan 4 parameter

$ . prog04.sh

$ . prog04.sh amir hasan

$ . prog04.sh amir hasan badu ali

 

 

3.  Membuat shell script prog04.sh versi 2 dengan memberikan jumlah parameter

$ vi prog04.sh

#!/bin/sh

# prog04.sh versi 2

# Parameter passing

 #

echo “Jumlah parameter yang diberikan adalah $#”

echo “Nama program adalah $0”

 echo “Parameter 1 adalah $1”

echo “Parameter 2 adalah $2”

 echo “Parameter 3 adalah $3”



 

4.  Eksekusi prog04.sh tanpa parameter dan dengan 4 parameter

$ . prog04.sh

$ . prog04.sh amir hasan badu ali

 

5.  Membuat shell script prog04.sh versi 2 dengan memberikan jumlah parameter

$ vi prog04.sh

#!/bin/sh

# prog04.sh versi 2 # Parameter passing #

echo “Jumlah parameter yang diberikan adalah $#”

echo “Nama program adalah $0” echo 

“Parameter 1 adalah $1” echo 

“Parameter 2 adalah $2” echo 

“Parameter 3 adalah $3”



 6 .   Eksekusi prog04.sh tanpa parameter dan dengan 4 parameter

$ . prog04.sh

$ . prog04.sh amir hasan badu ali


 


 



Percobaan 5 : Status Exit

1.             String tidak diketemukan, maka status exit adalah 1

$ grep xyz /etc/passwd

$ echo $?



 

2.             String diketemukan, maka status exit adalah 0

$ grep <user> /etc/passwd

$ echo $?



 

 


Percobaan 6 : Konstruksi if

1.                  Instruksi dengan exit status 0

$ who

$ who | grep <user>

$ echo $?



 

2.                  If membandingkan exit status dengan 0, bila sama, maka blok program masuk ke dalam blok then-fi

$ if [ $? = 0 ]

>   then

>                  echo “Pemakai tersebut sedang aktif”

>   fi

 


3.                  Nomor (1) dan (2) diatas dapat disederhanakan dengan

$ if who|grep <user> >/dev/null

>   then

>                  echo okay

>   fi

       



Percobaan 7 : Konstruksi if then else

1.             Membuat shell script prog05.sh

$ vi prog05.sh #!/bin/sh

# prog05.sh

# Program akan memberikankonfirmasi apakah nama # user sedang aktif atau tidak

#

echo –n “Berikan nama pemakai : read nama

if who | grep $nama > /dev/null then

echo “$nama sedang aktif”

else

echo “$nama tidak aktif”

fi



 

2.             Jalankan prog05.sh, masukkan nama pemakai yang aktif yang tampil pada instruksi who dan coba juga untuk nama pemakai yang tidak aktif

$ who

$ . prog05.sh [nama=<user>]

$ . prog05.sh [nama=studentOS]


 

 

Percobaan 8 : Instruksi Test

1.    Menggunakan instruksi test, perhatikan spasi antar

    $ NAMA=Dony

    $ test $NAMA = dony

    $ echo $?

    $ test $NAMA = Chevin

    $ echo $?

 


 2.    Aplikasi test dengan konstruksi if

    $ vi prog06.sh #!/bin/sh

    # prog06.sh

    echo –n “NAMA = “ read NAMA

    if test “$NAMA” = dony then

    echo “Selamat Datang $NAMA” else

    echo “Anda bukan dony, sorry!” fi

    $ vi prog06.sh #!/bin/sh

    # prog06.sh

    echo –n “NAMA = “ read NAMA

    if test “$NAMA” = dony then

    echo “Selamat Datang $NAMA” else

    echo “Anda bukan dony, sorry!” fi


3.         Jalankan program prog06.sh dengan memasukkan NAMA = amir dan NAMA = <CR> perhatikan hasil tampilannya

    $ . prog06.sh [NAMA = Dony]

    $ . prog06.sh [NAMA = <CR>] (Terdapat pesan error)


4. Modifikasi prog06.sh dengan menggunakan notasi untuk test

    $ vi prog06.sh

    #!/bin/sh  # prog06.sh

    echo –n “NAMA = “

    read NAMA

    if [ “$NAMA” = Dony ]

    then

    echo “Selamat Datang $NAMA”

    else

    echo “Anda bukan Dony, sorry!”

    fi



5.         Jalankan program prog06.sh dengan memasukkan NAMA = amir

    $ . prog06.sh [NAMA = Dony]

 


 

Percobaan 9 : Notasi && dan ||

1.         Bila file prog01.sh ada (TRUE), maka jalankan program berikutnya. File prog01.sh ada, karena itu exit status adalah TRUE, hasil operasi AND masih tergantung pada hasil eksekusi instruksi ke 2, dan dengan demikian instruksi echo akan dijalankan.

    $ [ -f prog01.sh ] && echo “Prog01.sh ada”

 


2.         File prog99.sh tidak ada, karena itu exit status adalah FALSE dan instruksi echo tidak dijalankan

    $ [ -f prog99.sh ] && echo “Prog99.sh ada”



3.    Bila prog01.sh ada maka jalankan shell script tersebut

    $ [ -f prog01.sh ] && . prog01.sh



4.    Bila prog01.sh ada maka jalankan program berikutnya. File prog01.sh memang ada, karena itu exit status adalah TRUE, dan karena sudah TRUE maka instruksi echo tidak lagi dijalankan

    $ [ -f prog01.sh ] || echo “Dieksekusi tidak ?”



5.    File prog99.sh tidak ada, karena itu exit status adalah FALSE, hasil masih tergantung atas exit status instruksi ke dua, karena itu instruksi echo dijalankan

    $ [ -f prog99.sh ] || echo “Dieksekusi tidak ?”



6.    File prog99.sh tidak ada, maka tampilkan pesan error

    $ [ -f prog99.sh ] || echo “Sorry, prog99.sh tidak ada”




 

Percobaan 10 : Operator Bilangan Bulat untuk Test

1. Menggunakan operator dengan notasi test

    $ i=5

    $ test “$i” –eq 5

    $ echo $?



 

2. Menggunakan operator dengan notasi [ ] (penganti notasi test)


    $ [ “$i” –eq 5 ]

    $ echo $?



  

Percobaan 11 : Operatot Logical dan Konstruksi Elif

1.   Buatlah file prog07.sh

    $ vi prog07.sh

    #!/bin/sh

    # prog07.sh

    echo –n “INCOME = “ read INCOME

    if [ $INCOME –ge 0 –a $INCOME –le 10000 ]

    then BIAYA=10

    elif [ $INCOME –gt 10000 –a $INCOME –le 25000 ]

    then BIAYA=25

    else BIAYA=35

    fi

    echo “Biaya = $BIAYA”

 




2. Jalankan file prog07.sh dan masukkan untuk INCOME=5000, 20000, 28000

    $ . prog07.sh [INCOME=5000]

    $ . prog07.sh [INCOME=20000]

    $ . prog07.sh [INCOME=28000]



  

Percobaan 12 : Hitungan Aritmetika

1.   Menggunakan utilitas expr

    $ expr 5 + 1

    $ A=5

    $ expr $A + 2

    $ expr $A – 4

    $ expr $A * 2 (Ada Pesan Error)

    $ expr $A \* 2

    $ expr $A / 6 +10

    $ expr 17 % 5

 




2. Substitusi isi variable denga hasil utilitas expr

    $ A=5

    $ B=`expr $A + 1`

    $ echo $B

 


 

Percobaan 13 : Instruksi Exit

1. Buat shell script prog08.sh

    $ vi prog08.sh

    #!/bin/sh

    if [ -f prog01.sh ]

    then

    exit 3

    else

    exit –1

    fi



2.  Jalankan script prog08.sh dan periksa status exit

    $ . prog08.sh

    $ echo $?



Percobaan 14 : Konstruksi Case – Esac

1.                   Buatlah file prog09.sh dengan editor vi

1. Buatlah file prog09.sh dengan editor vi

    $ vi prog09.sh

    #!/bin/sh

    # Prog: prog09.sh

    echo “1. Siapa yang aktif”

    echo “2. Tanggal hari ini”

    echo “3. Kalender bulan ini”

    echo –n “ Pilihan : “

    read PILIH

    case $PILIH in

    1)

    echo “Yang aktif saat ini”

    who

    ;;

    2)

    echo “Tanggal hari ini”

    date

    ;;

    3)

    echo “Kalender bulan ini”

    cal

    ;;

    *)

    echo “Salah pilih !!”

    ;;

    Esac





2.   Jalankan program prog09.sh, cobalah beberapa kali dengan inputan yang berbeda

    $ . prog09.sh


3. Buatlah file prog10.sh yang merupakan bentuk lain dari case

    $ vi prog10.sh #!/bin/sh

    # Prog: prog10.sh

 

    echo –n “Jawab (Y/T) : “ read JWB

    case $JWB in

    y | Y | ya |Ya |YA ) JWB=y ;;

    t | T | tidak | Tidak | TIDAK ) JWB=t ;; esac


4. Jalankan program prog10.sh, cobalah beberapa kali dengan inputan yang berbeda

    $ . prog10.sh


5. Modifikasi file prog10.sh yang merupakan bentuk lain dari case

    $ vi prog10.sh

    #!/bin/sh

    # Prog: prog10.sh

 

    echo –n “Jawab (Y/T) : \c“ read JWB

 

    case $JWB in

    [yY] | [yY][aA] ) JWB=y ;;

    [tT] | [tT]idak ) JWB=t ;;

    *) JWB=? ;;

    Esac


6.  Jalankan program prog10.sh, cobalah beberapa kali dengan inputan yang berbeda

    $ . prog10.sh


 

Percobaan 15 : Konstruksi for-do-done

1. Buatlah file prog11.sh

    $ vi prog11.sh

    #!/bin/sh

  # Prog: prog11.sh

     for NAMA in Dony Ariyus Randyka Fransisco do

echo “Nama adalah : $NAMA”

    done



2. Jalankan program prog11.sh


    $ . prog11.sh




3. Buatlah file prog12.sh yang berisi konstruksi for dan wildcard, program ini akan menampilkan nama file yang berada di current direktori

    $ vi prog12.sh

    #!/bin/sh

    # Prog: prog12.sh

 

    for F in * do

    echo $F

    done


4. Jalankan program prog12.sh

    $ . prog12.sh


5. Modifikasi file prog12.sh, program ini akan menampilkan long list dari file yang mempunyai ekstensi lst

    $ vi prog12.sh

    #!/bin/sh

    # Prog: prog12.sh

 

    for F in *.lst do

    ls –l $F

    done


6. Jalankan program prog12.sh

    $ . prog12.sh




Percobaan 16 : Konstruksi While-Do-Done

1.                   Buatlah file prog13.sh

1. Buatlah file prog13.sh

    $ vi prog13.sh #!/bin/sh

    # Prog: prog13.sh

 

    PILIH=1

    while [ $PILIH –ne 4 ] do

    echo “1. Siapa yang aktif”

    echo “2. Tanggal hari ini”

    echo “3. Kalender bulan ini”

    echo “4. Keluar”

    echo “ Pilihan : \c”

    read PILIH

    if [ $PILIH –eq 4 ]

    then

               break

    fi

    clear

    done

    echo “Program berlanjut di sini setelah break”


 

 


2. Jalankan program prog13.sh

    $ . prog13.sh




Percobaan 17 : Instruksi Dummy

1. Modifikasi file prog13.sh

    $ vi prog13.sh #!/bin/sh

    # Prog: prog13.sh

 

    PILIH=1

    while :

    do

    echo “1. Siapa yang aktif”

    echo “2. Tanggal hari ini”

    echo “3. Kalender bulan ini”

    echo “4. Keluar”

    echo “ Pilihan : \c”

    read PILIH

    if [ $PILIH –eq 4 ]

    then

           break

    fi

    clear

    done

    echo “Program berlanjut di sini setelah break”

 



2.  Jalankan program prog13.sh

    $ . prog13.sh


3. Buatlah file prog14.sh yang berisi instruksi dummy untuk konstruksi if

    $ vi prog14.sh

    #!/bin/sh

    # Prog: prog14.sh

 

    echo –n “Masukkan nilai : “

    read A

    if [ $A –gt 100 ]

    then

        :

    else

        echo “OK !”

    fi


4. Jalankan program prog14.sh beberapa kali dengan input yang berbeda

    $ . prog14.sh


 

  

Percobaan 18 : Fungsi


1. Buatlah file fungsi.sh

    $ vi fungsi.sh

    #!/bin/sh

    # Prog: fungsi.sh

 

    F1( ) {

    echo “Fungsi F1” return 1

    }

    echo “Menggunakan Fungsi” F1

    F1

   echo $?





2. Jalankan program fungsi.sh

    $ . fungsi.sh



3. Menggunakan variable pada fungsi dengan memodifikasi file fungsi.sh

    $ vi fungsi.sh

    #!/bin/sh

    # Prog: fungsi.sh

 

    F1( )

    {

         Honor=10000 

         echo “Fungsi F1”

         return 1

    }

 

    echo “Menggunakan Fungsi”

    F1

    F1

    echo “Nilai balik adalah $?”

    echo “Honor = $Honor”


4.   Jalankan program fungsi.sh

    $ . fungsi.sh


5. Menggunakan variable pada fungsi dengan memodifikasi file fungsi.sh

    $ vi fungsi.sh

    #!/bin/sh

    # Prog: fungsi.sh

 

    F1( )

    {

     Local Honor=10000 

     echo “Fungsi F1”

     return 1

    }

 

    echo “Menggunakan Fungsi”

    F1

    F1

    echo “Nilai balik adalah $?”

    echo “Honor = $Honor”


6. Jalankan program fungsi.sh

    $ . fungsi.sh


 








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Praktikum 11 - Manajemen User dan Group

Praktikum 7 - UNIX System Call dan Manajemen Memori

Praktikum 12 - Manajemen Aplikasi